Sabtu, 21 Maret 2020

EVA [ECONOMIC VALUE ADDED]


RESUME : ECONOMIC VALUE ADDED
Dewi Linawati
D2.1701306 Akuntansi 6C
Diajukan dalam pemenuhan tugas Akuntansi Manajemen
Dosen Pembimbing : Evan Firdaus, M.M.
STIE SEBELAS APRIL

Economic Value Added (EVA) merupakan suatu sitem manajeman keuangan untuk mengukur laba ekonomi dalam suatu perusahaan yang menyatakan bahwa kesejahteraan hanya dapat tercipta jika perusahaan mampu memenuhi semua biaya operasi (operating cost) dan biaya modal (cost of capital). (Rudianto, 2006)
Economic Value Added dirancang karena adanya kelemahan dari Analisis Rate of Return On Investment (ROI), yaitu :
  1. Tidak membawa keadilan bagi sesama pusat pendapatan, kenaikan dalam ROI belum tentu berarti bagi pemegang saham. Kenaikan ROI kadang bukan karena prestasi kerja meningkat tetapi akibat dari turunnya nilai investasi (Assets) karena semakin tuanya umur investasi atau karena faktor lainnya. 
  2. Banyaknya biaya diluar kendali suatu pusat pendapatan, biaya-biaya yang dibebankan pada suatu pusat pendapatan tetapi berada diluar kemampuan pusat pendapatan tersebut.
  3. Dampak jangka panjang untuk meningkatkan ROI dapat dilakukandengan 3 cara yaitu:       Meningkatkan penjualan; Mengurangi biaya; Mengurangi aktiva operasional; Mengurangi aktiva operasional dengan mengurangi berbagai investasi pada saat yang berguna akan berdampak buruk kepada perusahaan, seperti memotong dana penelitian dan pengembangan. Jangka pendek bisa berguna tapi untuk jangka panjang akan sangat buruk.
Economic Value Added is financial perfomance measure that come closer that any other capturing the true economic profit of an enterprise. EVA also is the performance measure most directly linked to the creation of shareholder wealth over time. Put most simple EVA is net operating profit minus an appropriate charge the opportunity cost of capital invested in enterprise. (Stern Stewart,2002. Sternstewart.com)

EVA adalah pengukuran kinerja keuangan yang lebih tepat dai pada beberapa pendekatan yang lain tenta laba ekonomis suatu perusahaan. EVA juga adalah suatu pengukuran kinerja yang lebih berhubungan langsung terhadap penciptaan kekayaan para pemegang saham sepanjang waktu. Singkatnya EVA adalah laba operasi bersih dikurang harga yang pantas untuk biaya kesempatan atas semua modal yang diinvestasikan dalam suatu perusahaan.

Economic Value Added adalah Net Operating Profit After Tax (NOPAT) dikurangi Capital Charge atau Spread EVA (selisih antara Return On Invested Capital dan Weighted Average Cost of Caiptal) dikalikan invested capital. (Alexander Surya, 2002 markplusnco.com)

EVA adalah laba operasi setelah pajak (NOPAT) dikurangi biaya modal. (D Young & S.F Obyrne, 2001, dlm Lusy W.)

Pada intinya nilai ekonomis suatu perusahaan dapat diketahui dengan mengurangi pendapatan operasi perusahaan setelah pajak dikurangi biaya modal (cost of capital) atau disebut capital charge.
Cost of Capital
atau capital charge ini merupakan opportunity cost (biaya kesempatan) yaitu suatu pendapatan minimum yang seharusnya diterima atas investasi bagi shareholder dan kreditur (lenders). Pengembalian tersebut sesuai dengan resikonya. Dengan kata lain suatu investasi dengan resiko yang sama harus dapat menghasilkan pengembalian yang sama.

EVA sebagai indikator tentang adanya penambahan nilai dari suatu investasi. (Agnes Sawir, 2001 : 41)
Bila EVA >0, terjadi proses nilai tambah perusahaan, kinerja keuangan perusahaan baik.
Bila EVA =0, menunjukkan posisi impas perusahaan.
Bila EVA <0, berarti total biaya modal perusahaan lebih besar daripada laba operasi setelah pajak yang diperolehnya, sehingga kinerja keuangan perusahaan tersebut tidak baik.

Langkah menyusun EVA :
  1. Menghitung biaya modal (cost of capital). Terdiri dari Biaya Utang, Biaya Modal Saham Preferen dan Saham Biasa, Biaya Laba Ditahan.
  2. Menghitung besarnya struktur permodal/pendanaan (capital structure).
  3. Menghitung. biaya modal rata-rata (weighted average cost of capital).
  4. Menghitung EVA

Formulasi EVA
EVA        =             NOPAT – Capital Charge
*NOPAT               = Net Operating After Tax
*Capital Charge    = Invested Capital x Cost of Capital
EVA = EBIT – Tax – WACC
*EBIT     = Earning Before Interest and Tax
*WACC = Weighted Average Cost Of Capital

Selasa, 17 Maret 2020

Pemahaman Akuntansi Manajemen


AKUNTANSI MANAJEMEN
Tugas : Resume Bab 1 Pendahuluan Pemahaman Akuntansi Manajemen
Dewi Linawati
D2.1701306 Kelas Akuntansi 6C
STIE SEBELAS APRIL

Hallo readers, admin’s back. Setelah sekian lama gak nulis diblog akhirnya sekarang mulai nulis lagi. Tulisan ini dilakukan atas nama tanggung jawab terhadap tugas mata kuliah Akuntansi Manajemen yang harus dilakukan dengan e-learning sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid19.

Teman-teman readers sekalian, sebelum kita memahami atau mempelajari apa itu Akuntansi Manajemen alangkah baiknya kita memahami dulu apa itu Akuntansi dan apa saja diantaranya bidang-bidang yang ada dalam akuntansi tersebut. Karena, Akuntansi Manajemen adalah salah satu bidang akuntansi sehingga kurang pas rasanya jika mempelajari Akuntansi Manajemen tanpa mempelajari akuntansi itu sendiri terlebih dahulu.

Dalam teori bab 1 mengenai Pendahuluan Akuntansi Manajemen yang dipublikasikan oleh Pak Evan Firdaus selaku Dosen Pemangku mata kuliah Akuntansi Manajemen di STIE Sebelas April Sumedang, beliau menyebutkan lima pengertian dari akuntansi itu sendiri, yang mana empat diantaranya adalah:
  1. Akuntansi adalah pengidentifikasian, pengukuran, dan pelaporan informasi keuangan suatu badan usaha kepada pihak-pihak yang membutuhkan. (Kieso, 2004)
  2. Akuntansi merupakan kegiatan jasa yang berfungsi untuk menyediakan informasi keuangan tentang suatu badan usaha untuk pengambilan keputusan ekonomi. (Statement of Accounting Principles Board, No.4, USA)
  3. Akuntansi adalah seni tentang pencatatan, penggolongan dan peringkasan dengan cara yang informatif dalam bentuk uang transaksi atau kejadian keuangan perusahaan dan interprestasi atas hasilnya. (AICPA)
  4. Akuntansi merupakan proses identifikasi, pencatatan dan komunikasi terhadap transaksi ekonomi suatu entitas (organisasi, perusahaan). (Abu Bakar, 2004)
Sehingga dari beberapa pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa akuntansi adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh suatu unit usaha untuk menyediakan informasi yang kemudian digunakan oleh para pengguna informasi akuntansi tersebut sesuai dengan kepentingannya masing-masing.

AKTIVITAS AKUNTANSI :

Dari materi yang diberikan Pak Evan sendiri, beliau menyebutkan tiga aktivitas akuntansi yaitu; aktivitas identifikasi (identificying), aktivitas pencatatan (recording), dan aktivitas kumunikasi (communicating). Sedangkan menurut sumber lain yang saya baca ada lima kegiatan akuntansi yang biasa disebut sebagai siklus akuntansi (Accounting Cylce) yaitu: Identificying (Identifikasi) -> Recording (Pencatatan) -> Classification (Penggolongan) -> Summarizing (Pengikhtisaran) -> Reporting (Pelaporan).

Dalam penjabaran diatas, telah dikatakan ini merupakan sebuah resume dan tanggapan (berupa sebuah penjabaran ringkas) mengenai pemahaman tentang Akuntansi Manajemen. Sehingga perlu menurut saya mengetahui apa itu akuntansi dan apa itu manajemen sebelum membahas Akuntansi Manajemen yang masuk ke dalam salah satu bidang akuntansi.

Secara Etimologis, manajemen sendiri berasal dari kata to manage yang berarti mengatur. Sehingga ilmu manajemen dapat diartikan sebagai ilmu yang mengatur bagaimana memanfaatkan SDM dan sumber daya lain agar lebih efisien dan efektif melalui fungsi-fungsi manajemen dalam mencapai tujuan.

Singkatnya, manajemen merupakan pengelolaan sumber daya yang dimiliki dan dikuasai, dalam mencapai/memiliki tujuan, secara efektif dan efisien. Sehingga dapat dilihat berikut pengertian Akuntansi Manajamen dalam bidang akuntansi.

Bidang-bidang Akuntansi diantaranya :
  1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
  2. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
  3. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
  4. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
  5. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)

Yang dibahas di Bab 1 Pendahuluan :
  1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
    Merupakan proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian transaksi keuangan yang terjasi di dalam perusahaan untuk menghasilkan informasi baik bagi manajemen maupun pihak-pihak di luar perusahaan.
  2. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
    Merupakan proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya-biaya yang terjadi di dalam perusahaan (entitas). Akuntansi biaya sendiri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan.
  3. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
    Merupakan proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian transaksi keuangan yang terjadi di dalam perusahaan (entitas) untuk menghasilkan informasi bagi manajer  guna perencanaan, koordinasi, dan pengawasan kegiatan perusahaan (entitas).
Dilihat dari pembahasan tersebut, Akuntansi Manajemen sendiri mempunyai perbedaan yang cukup jelas dengan Akuntansi Keuangan, lain halnya dengan akuntansi biaya karena Akuntansi Biaya tidak dapat dipisahkan dari Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen. Berikut perbedaan Akuntansi Keuangan dengan Akuntansi Manajemen yang dapat saya simpulkan :
  1. Akuntansi Keuangan banyak melibatkan biaya historis atau berorientasi pada masa lalu, sedangkan Akuntansi Manajemen berorientasi ke masa depan.
  2. Untuk pihak pengguna informasi itu sendiri untuk Akuntansi Keuangan ada pihak intern maupun ekstern organisasi, sedangkan Akuntansi Manajemen hanya pihak intern organisasi saja (para manajer dari berbagai jenjang organisasi).
  3. Akuntansi keuangan sendiri dirasa kurang fleksibel karena selain rentang waktu yang dibatasi (satu periode akuntansi, tri wulan, atau semesteran) kriteria informasinya sendiri dibatasi atau diatur dalam prinsip-prinsip akuntansi (PSAK). Sedangkan Akuntansi Manajemen dapat dikatakan fleksibel dalam segi rentang waktu dan batasan kecuali batasan manfaat bagi manajer.

Selain perbedaan antara Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen, berikut adalah hal-hal yang dapat dibahas mengenai Akuntansi Manajemen:

TREND YANG MENYEBABKAN PERUBAHAN AKUTANSI MANAJEMEN
  1. Kemajuan Teknologi Informasi.
  2. Implementasi JIT Manufacturing.
  3. Meningkatnya tuntutan mutu.
  4. Meningkatnya diversifikasi dan kompleksitas produk serta semakin pendeknya daur hidup produk.
  5. Diperkenalkanya Computer Intergreted Manufacturing.


Dampak Kemajuan Teknologi Informasi terhadap Akuntansi Manajemen :
  1. Informasi biaya produk yang lebih cermat.
  2. Informasi biaya overhead yang teliti.
  3. Informasi biaya daur hidup produk.

Akuntansi Manajemen sendiri sebagai suatu tipe informasi dikelompokan menjadi :
  1.  Informasi Akuntansi Penuh (Full Accounting Information).
    Merupakan seluruh aktiva yang digunakan, seluruh pendapatan yang diperoleh dan seluruh sumber daya yang digunakan untuk suatu objek informasi.
  2. Informasi Akuntansi Diferensial (Differential Accounting Information)
    Merupakan informasi akuntansi yang dihubungkan dengan pemilihan alternatif.
    Merupakan taksiran perbedaan aktiva, pendapatan, dan/atau biaya dalam alternatif tindakan tertentu dibanding dengan alternatif tindakan yang lain.
  3. Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban
    Merupakan aktiva, pendapatan dan atau biaya yang dihubungkan dengan manajer yang bertanggungjawab terhadap pusat pertanggungjawaban tertentu.
    Sistem akuntansi pertanggungjawaban menghasilkan keluaran berupa informasi akuntansi pertanggungjawaban yang berguna untuk penyusunan anggaran, dan untuk menilai serta memotivasi kinerja manajer.

PENGERTIAN BANK DAN PERBANKAN

Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk – bentuk lainya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak (UU No 10 tahun 1998).
Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatannya.

Manfaat  Bank :
  1. Sebagai Intermediasi dana (fund Intermiate)
  2. Agen Pembangunan Masyarakat.
  3. Pemegang Kas Daerah dan Negara.
  4. Tolak ukur Pembangunan, dll.

Dari sumber yang saya baca lembaga keuangan itu dibagi menjadi dua yaitu LKB (Lembaga Keuangan Bank) dan LKBB (Lembaga Keuangan Bukan Bank). Sehingga apabila kita berbicara tentang bank maka secara otomatis kita berbicara tentang lembaga keuangan bank.

Itulah sekilas resume dan tanggapan (berupa sebuah penjabaran ringkas) mengenai Akuntansi Manajemen dan LKB. Mungkin dilain kesempatan saya akan membagikan resume atau penjelasan lain terkait LKB dan LKBB.

Daftar pustaka :
Somantri, Hendri. 2011. Akuntansi SMK Seri A. Bandung: CV ARMICO.